Galeri

Mars & Venus (bagian 2)

Paragaraf sebelumnya…

Luki yang saat itu tengah bermain dengan lego di mejanya seolah merasa ada yang memperhatikannya. Curious Luki sejenak menghentikan aktivitasnya, dan mencari tahu apa yang mengganggunya, pandangannya langsung tertuju pada Ana, gadis mungil yang selalu diganggunya pada saat makan diwaktu istirahat. Luki penasaran kenapa gadis ini kulitnya lebih putih dari padanya yang walaupun manis hitam adanya. Sejenak keduanya beradu pandang, komunikasi non verbal dalam keluguan masing masing. Luki tersenyum wajah Ana memerah.

Cerita selanjutnya..

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

Ada perasaan aneh berkecamuk didada Ana, tatapannya menunduk mundur, kemudian dialihkannya kelangit-langit diruang kelasnya, perlahan ada bayangan menjelas nyata dimatanya, dengan jari-jari mungilnya Ia menutupi senyum yang hendak menyimpul.

“Selamat ulang tahun kami ucapkan, Selamat panjang umur kita kan do’akan….”    Tiba-tiba saja Ibu Titin kembali kedalam ruangan kelas, tampak sebuah kue besar ditangannya. Sambil terus bernyanyi Ia berjalan menuju titik tengah ruang kelas, tatapan Ibu Titin seolah mengajak seisi kelas untuk ikut bernyanyi bersamanya. Perlahan suara merdu Ibu Titin dikalahkan gemuruh keceriaan seisi kelas.. “Selamat sejahtera sehat sentosa, Selamat panjang umur dan bahagia…”

Anak-anak Ibu punya kabar gembira untuk kita semua, hari ini salah satu teman kita ada yang sedang berulang tahun. Ayo coba tebak siapa..?” “Anaaaaaa…!!!” Seru anak-anak. “Iyaa betul sekali,.. Ana… sini maju nak” panggil Ibu Titin.

Perlahan Ana pun maju kedepan ruang kelas, tangannya langsung menggenggam tangan Ibu Titin. Senang ?? Iya.. namun Ana yang pemalu masih sedikit takut untuk berdiri didepan kelas dan menjadi pusat perhatian anak-anak lainnya.

Ibu Titin yang peka, paham benar apa yang dirasakan Ana saat ini. “Ayo anak-anak semuanya boleh berdiri maju” dan seketika itu pula terbentuklah sebuah kerumunan melingkar tak sempurna yang berpusat pada sebuah meja guru dimana Ibu Titin meletakkan kue ulang tahun Ana.

Perasaan cemas Ana hilang seketika, tatapannya kini menyapu lingkaran tak sempurna tadi mencari sang pria terimut dihatinya. Berkali-kali Ana mencoba mencari namun tak ditemukannya. “Dimana Luki ?” Gumam Ana dalam hati.     

“Ayo Cinderela cantik.. tiup lilinnya..” pinta Ibu Titin pada Ana. Dengan sisa perasaan penasaran, Ana pun mengangguk perlahan,  dan kemudian naik lalu berdiri diatas kursi dari meja tempat kue ulang tahunnya diletakkan.

“SELAMAT ULANG TAHUN ANA… LOVE BUNDA” sebuah tulisan diatas kue ulang tahunnya. Ana tersenyum dan terbayang wajah bunda yang disayanginya. Kini Ana menatap api yang menyala diatas lilin ulang tahunnya, sedikit tarikan nafas dalam, lalu kemudian…

Whhhuuupppp… bukan suara tiupan dari bibir mungil Ana, melainkan sebuah suara yang membuat Ana kaget bukan kepalang. Betapa tidak, kini rok gaun cinderelanya tepat dibagian belakang sudah terangkat tinggi, bukan karena angin melainkan oleh jemari nakal dari anak yang selalu penasaran.. Curious Luki…  Yap.. Luki yang kini berada dibelakang Ana, Luki yang kini mengangkat rok Ana, Luki yang kini menatap penuh ekplorasi apa yang sebenarnya ditutupi oleh rok tersebut.

Sontak Ana turun dari kursi, lalu berdiri menghadap pria imut pujaan hatinya. Ditatapnya Luki dalam-dalam, lalu kemudian air matanya tak terasa berderai. sambil tetap berdiri ditempatnya Ana menangis sejadi jadinya…

bersambung…

Penulis ~tkunt~
Sumber gambar : http://nacchan-touya.deviantart.com/art/IchiRuki-Kindergarten-Love-161906171

  

Iklan

2 comments on “Mars & Venus (bagian 2)

Budayakan Meninggalkan Komentar : ~ Free ~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s