Galeri

Menanti Lagu Iwan Fals Selanjutnya

Selepas undangan permainan larut malam, terlontar sebuah pertanyaan dari seorang teman berbadan gempal bersuara merdu yang rasanya memang diarahkan pada ku. Dia bilang “Mang kalau nulis lagu apa harus bisa main alat musik ?” Semampunya, sewajarnya, seyakin ragunya, sememotivasinya, se yang terakhir mungkin adalah setidaknya aku jawab “Henteu bin tidak bons..” (bons = bukan nama sebenarnya)

Lega rasanya karena bons akhirnya menemukan sendiri contoh nyata “oh seperti  Melly Goeslaw ya”.

Waktu pun berlalu seluruh anggota jamuan permainan segera membubarkan diri menuju tempat persitirahatan masing-masing…. Jangan protes memang sengaja ditulis persitirahatan.. heeuu

Entah kenapa dalam perjalanan pulang rasanya ingin ku usri dingin lewat dendangan lagu abang iwan fals yang secara pasif ikut menemani gejolak remaja angkatan ** an..  usri ?? sengajaaaaaaaaaaa…!!!!

Ada rindu rasanya disana tentang lagu perasaan senasib sepenanggungan, perjuangan kerakyatan yang dipingpin rohmat dalam permusyawaratan perwakilan  yang dulu artinya agak samar terlihat.

Ahhaa ciamik mungkin jika mencoba menuliskan sebuah lirik lagu untuk sang legenda.. sampai atau tidak itu urusan nanti… Ya mungkin masih ada Pidi Baiq.. heeu lagi..

Mau tau liriknya seperti apa ? rasanya tidak bae welah nya kuma aing *biarin gimana saya

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

umm judulnya belum kepikiran tapi marilah segera menulis liriknya bilih kaburu tunduh, so here we go.. 

Mencari uang mungkin nasib para pekerja
Mencari peluang mungkin nasib pengusaha
Mencari cinta apakah nasib para pujangga ?
Bergelimang harta tentukah nasib penguasa ?

Sudahlah sudah jangan dirisaukan
Yang tak kau miliki janganlah diperdebatkan
Sudahlah sudah jangan didengungkan
Sebab suara lebah lebih indah dari perbincangan dibelakang

Mencari tau mungkin nasib para Ilmuwan
Mencari ilmu mungkin nasib para pelajar
Mencari aib lihatlah karma selebriti
Mencari Tuhan mirip sinetron televisi

Sudahlah sudah jangan ditangisi
Ibu tiri tak sekejam Bapak Polisi
Sudahlah sudah jangan disesali
Nasi sudah menjadi bubur..

Tambah ijo bubur kacang ijo
Tambah ketan bubur ketan
Tambah perempuan……
Bubur perempuan…
Pake B.. Jangan pakai D..

hayyy..
Sudahlah sudah kita berteman
Sudahlah sudah jangan dipikirkan

selesai, mungkin u mau kasih judul ?
its your to decide
last but not least pardon me with my bulatuk

Penulis ~tkunt~
sumber gambar : http://www.celebritiesfansite.blogspot.com


Iklan

Budayakan Meninggalkan Komentar : ~ Free ~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s